Ketika semua orang berbondong bondong, ingin ikut pns. Aku malah berfikiran pengen resign. Bukannya tanpa sebab. Dari awal masuk pns hingga skrg hati ku memang tidak bisa menerimanya. Ada banyak hal yang tidak bisa aku terima di sini. Tapi keadaan yang memaksa aku harus bertahan dalam belenggu birokrasi yang menurutku carut marut.
Pertama masuk pns hatiku senang bukan kepalang, karena fikirku pasti orang tua ku senang dan bahagia. Di tambah lagi pasti mereka bangga karena putrinya seorang pns. Namun tahun tahun demi aku bekerja sebagai pns, hatiku merasakan ada yang salah di sini.
Yang akhirnya membuat ku berfikiran untuk resign. Walaupun sampai sekarang aku belum berani melakukannya. Hal pertama yg membuat fikiran itu muncul adalah birokrasi yang carut marut, kurasa tak perlu di jelaskan. Karena semuanya sudah menjadi rahasia publik. Kedua karena aku tak bisa menjilat, makanya aku tak pernah bisa dekat dengan atasan. Sehingga membuat apa yang aku lakukan selalu salah di mata atasan. Walaupun semua teman temanku bilang, menjilat sedikit tak apalah yg penting kita aman. Namun aku tak bisa mengikuti langkah mereka. Hati ku selalu melawan. Yang ketiga karena gadis kecilku. Bertahun tahun aku bekerja pergi subuh pulang sore, nyaris bertemu dengannya hanya saat malam tiba. Membuat aku tak tenang, terkadang bathinku menangis meski bibirku selalu tersenyum. Mengingat si buah hati yang seharusnya selalu berada di dekat ibunya disaat masa masa emasnya. Ini hanya di temani sang pengasuh. Sudah banyak masa kecilnya yang terlewat. Namun ketika fikiran untuk resign itu muncul, ada hal yang membuat ku ragu.
Selalu terbesit di fikiranku, kalau aku resign. Bagaimana dengan biaya hidup kami, bagaimana dengan hutang di bank yg harus di bayar. Karena sk pnsku tlah tergadai. Dan bagaiman pula untuk pengobatan putri ku. Sementara suamiku hanya seorang TKS. Atau lebih sering orang bilang tenaga honorer. Ingin buka usaha tapi apalah daya tak punya modal. Bukan tak percaya bahwa rezeki sudah ada yang mengaturnya. Tapi ........ kita tak akan pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan..
Semoga Allah segera membuka jalan terbaik untuk aku dan keluarga ku...