Kamis, 10 Desember 2020

Efektifitas belajar daring ( jarak jauh) di saat pendemi

 Hampir 1 tahun pendemi korona masih bergulir, yang membawa efek besar dalam semua bidang kehidupan. Tak terkecuali di dunia pendidikan. DImana di saat ini metode daring atau jarak jauh ini di rasa cukup efektif agar proses pendidikan tetap terus berjalan. Namun masih ada sedikit kendala menurut pengamatan ku. Dimana di saat proses daring ini, kendala tersebut muncul dari siswa itu sendiri. 

pertama saat belajar daring di butuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, bisa handphone atau laptop. Di karenakan siswa harus mengirim tugas atau memenuhi tugasnya melalui sarana teknologi tersebut. Namun, di indonesia teknologi seperti ini masih banyak belum di miliki siswa atau ada yang sudah memiliki namun tak mampu mengisi kuota yang di perlukan demi menunjang teknologi tersebut. Untuk masalah kuota, negara sudah mengatasinya dengan memberikan para siswa kuota belajar gratis. Faktor ini terjadi karena masalah di bidang ekonomi dimana masyarakat indonesia di masa sekarang ini masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan. 

Namun kebijakan sekolah untuk membantu anak anak seperti ini, dengan cara memahami kondisi anak tersebut. Lalu untuk meringankan anak anak yang belum memiliki sarana tersebut, anak anak tersebut di beri tugas manual. Dimana di setiap minggunya akan di beri tugas dan mengumpulkan kesekolah setiap satu minggu sekali. 

lalu ada lagi yang sudah memiliki sarana teknologi tersebut tetapi tak mampu menggunakannya.. Jadi keefektifan belajar daring atau jarak jauh ini menurut saya hanya 80% saja.. Sisanya bisa kita lihat sendiri dilapangan...

akhir kata semoga pendemi ini segera berlalu..

Sabtu, 09 Mei 2020

pendemi korona

Awal maret 2020, menjadi hari paling bersejarah bagi Indonesia dan bagi dunia. Dimana di bulan tersebut, terjadi sebuah wabah virus yg menggemparkan dunia. Virus pendemi corona atau di Indonesia  yg akrab di sebut dengan Covid 19. 
Dimana virus tersebut, telah menewaskan ratusan orang di Indonesia bahkan puluhan ribu orang di dunia. 
Di mana saat ini situasi dunia terasa mulai mencekam, lockdown mulai diberlakukan. Masyarakat dunia mulai melakukan social distancing atau isolasi diri demi keamanan dunia. Setiap masyarakat di minta untuk memakai masker, ketika keluar rumah untuk perlindungan diri. Belajar, bekerja, semua di lakukan di rumah. Hanya pegawai atau pekerja garis depan yg wajib bekerja di luar. Tim siaga covid 19, tim rumah sakit, dan tim siaga bencana. Siap siaga 24 jam berbagi tugas demi menghadapi pendemi ini.
April 2020, bulan ramadhan tahun ini bertepatan dengan pendemi tersebut. Dimana ibadah tarawih dimasjid, atau ngabuburit setiap sore menunggu buka puasa tak lagi menjadi penghias bulan ramadhan. Semua di minta dan di wajibkan untuk stay di rumah demi kebaikan bersama. Memasuki mei 2020, pendemi belum juga berakhir. Semoga saat Idul Fitri pendemi ini segera berlalu. Aamin Ya Rabb..

Senin, 09 Maret 2020

Aturan baru tentang mutasi

Aturan baru tentang mutasi ternyata sudah berlaku mulai tanggal 1 september 2019.. UU no.5 tahun 2019.. 
Kelihatannya mudah mudah aja, ternyata ada yg mengejutkan.. Instansi pemerintah sendiri seperti bkd sdm, diknas.. masih kagok dengan aturan tersebut. 
Ketika di tanya tidak ada yg mengerti, dan itu membuatku berulang kali mengurus berkas. Berkas tersebut bolak balik, salah terus padahal yg buat orang bkd. Nah loh.. 
Siapa yg harus di salahkan???
Seharusnya sebelum peraturan baru di berlakukan, di sosialisasikan terlebih dahulu atau di adakan pelatihan agar pegawai instansi pemerintah tidak bingung..
Tapi tetap aja kita sebagai pegawai yg ingin mutasi di tuntut mengerti.. gimana bisa mengerti dan faham, lah wong instansi pemerintahnya juga kagok. Tapi tidak mau di salahkan, dan malah memutar balikan fakta.. 
Inilah indonesia ku?? Tanpa kita katakan, udah bisa di liat dan di cerna sendiri.. sebenernya siapa yg dungu...

Senin, 06 Januari 2020

RUET MUMETNYA MUTASI PNS

Sebenarnya dalam dunia perPNSan, bukan urusan mutasi aja yang bikin ribet. Tapi..... hampir semua urusan, mulai dari naik pangkat, berkala, sampai ke tetek bengek lainnya...
Padahal zaman udah canggih yah, tapi sistem birokrasinya masih ketinggalan zaman. Di gamblang serba online tapi yang ada semua masih serba manual... ONLINEnya dimana???????
Bingung kan?? Padahal kalo online ga perlu campur tangan manusia, cukup robot yg mengerjakannya.. tapi ini masih di bayang bayangi tangan manusia yang "abu-abu". 
"Yah... abu abu.. yang mudah di bikin susah, yang susah di bikin mudah.  Sudah bukan rahasia lagi kalau sistem yang di kenal katanya sih jujur dan adil. Tapi masih ada juga oknum hitam yang berhasil menembusnya.. yah, balik lagi kalo bisa mengikuti kemauan sang oknum hitam ini, maka semua jadi lancar... Selancar air terjun di danau.. tapi kalau kita pengen pakai jalan yang lurus, yah silahkan tunggu tu urusan ga selesai selesai. Selalu ada aja yang bikin macet, seperti wc mampet yang entah kapan itu ngalirnya..
Lucu yah... ga lucu sih.. tapi itu seluk beluk bikrokrasi perPNSan.. ribet bin mumet bin repot....

PNS TITIPAN

PNS TITIPAN
 
Ku rasa dalam dunia perPNSan.. atau skrg ASN.. sudah tidak asing lagi dengan yang namanya pns titipan.. PNS titipan artinya PNS tersebut melakukan mutasi kerja ketempat lain tapi hanya sementara waktu. Bisa 2 tahun atau lebih. Atau bisa di perpanjang lagi.  Tergantung si PNS tersebut.
Pengurusannya pun hampir sama dengan mutasi defenitif. Cuma bedanya, kalau PNS tenaga titipan hanya perlu sk pelepasan dari instansi asal dan surat lolos butuh atau surat keterangan dari instansi penerima. Kedua surat tersebut nantinya akan di antar ke bkd instansi asal untuk membuat sk titipan dari walikota atau bupati. Setelah itu sk titipan dari bupati atau walikota asal di bawa ke bkd penerima untuk di buatkan juga sk titipan dari walikota atau bupati instansi penerima.
Hanya itu saja. Tapi kalau mutasi defenitif, berkas masih harus naik lagi ke bkd pemprov, lalu ke bkn, dan setelah itu baru keluar sk mutasi defenitifnya. 
Kurang lebih seperti itu, kalau di tulisan memang terlihat mudah tapi "" Permainan birokrasi" yang terkadang selalu mempersulit keadaan.. IBarat buah simalakama, di turuti mati emak ga di turuti mati bapak..
Yah.. kalau tidak di turuti kita yang akan di persulit, seolah semua susah.
Tapi kalau turuti kadang bertentangan dengan hati.. 
Itulah sekelumit perjuanganku menjadi seorang PNS tenaga titipan.. 

Minggu, 05 Januari 2020

Cerita ku yang seorang PNS

Ketika semua orang berbondong bondong, ingin ikut pns. Aku malah berfikiran pengen resign. Bukannya tanpa sebab. Dari awal masuk pns hingga skrg hati ku memang tidak bisa menerimanya. Ada banyak hal yang tidak bisa aku terima di sini. Tapi keadaan yang memaksa aku harus bertahan dalam belenggu birokrasi yang menurutku carut marut. 
Pertama masuk pns hatiku senang bukan kepalang, karena fikirku pasti orang tua ku senang dan bahagia. Di tambah lagi pasti mereka bangga karena putrinya seorang pns. Namun tahun tahun demi aku bekerja sebagai pns, hatiku merasakan ada yang salah di sini. 
Yang akhirnya membuat ku berfikiran untuk resign. Walaupun sampai sekarang aku belum berani melakukannya.  Hal pertama yg membuat fikiran itu muncul adalah birokrasi yang carut marut, kurasa tak perlu di jelaskan. Karena semuanya sudah menjadi rahasia publik. Kedua karena aku tak bisa menjilat, makanya aku tak pernah bisa dekat dengan atasan. Sehingga membuat apa yang aku lakukan selalu salah di mata atasan. Walaupun semua teman temanku bilang, menjilat sedikit tak apalah yg penting kita aman. Namun aku tak bisa mengikuti langkah mereka. Hati ku selalu melawan. Yang ketiga karena gadis kecilku. Bertahun tahun aku bekerja pergi subuh pulang sore, nyaris bertemu dengannya hanya saat malam tiba. Membuat aku tak tenang, terkadang bathinku menangis meski bibirku selalu tersenyum. Mengingat si buah hati yang seharusnya selalu berada di dekat ibunya disaat masa masa emasnya. Ini hanya di temani sang pengasuh. Sudah banyak masa kecilnya yang terlewat. Namun ketika fikiran untuk resign itu muncul, ada hal yang membuat ku ragu. 
Selalu terbesit di fikiranku, kalau aku resign. Bagaimana dengan biaya hidup kami, bagaimana dengan hutang di bank yg harus di bayar. Karena sk pnsku tlah tergadai. Dan bagaiman pula untuk pengobatan putri ku. Sementara suamiku hanya seorang TKS. Atau lebih sering orang bilang tenaga honorer. Ingin buka usaha  tapi apalah daya tak punya modal. Bukan tak percaya bahwa rezeki sudah ada yang mengaturnya. Tapi ........  kita tak akan pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan.. 
Semoga Allah segera membuka jalan terbaik untuk aku dan keluarga ku...